BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Landasan Teori
2.1.1
Anatomi
Telinga Manusia
(Efiaty,
2003)
Telinga
merupakan indra pendengaran bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain itu
juga membantu menjaga keseimbangan. Reseptor pendengaran dan keseimbangan
terdapat di dalam telinga. Reseptor ini berupa sel-sel berbentuk rambut. Fungsi
sel rambut ini adalah menerima rangsangan yang berupa getaran dan mengubahnya
menjadi impuls sensorik yang selanjutnya ditransmisikan kepusat pendengaran di
otak.
gambar anatomi telinga
Alat pendengaran manusia terdiri atas tiga bagian, yaitu teliga luar,
telinga tengah dan rongga telinga dalam.
a. Telinga
Dalam atau Ruang Labirin
Bagian dalam telinga ini terdapat organ pendengaran yang
terdiri atas koklea (rumah siput) dan organ keseimbangan yang terdiri atas
kanalis semi sirkularis, sakulus dan ultrikulus. Koklea ini terdiri atas dua
ruangan atau saluran, canal vestibulat
bagian atas dan canal timpanik pada
bagian bawah. Kedua ruangan tersebut berisikan cairan perilimfe dan dibatasi oleh duktus koklea. Sedangkan duktus koklea
berisikan cairan endolimfe. Pada
bagain dasar duktus koklea ini lah terdapat reseptor pendengaran yang disebut
dengan organ corti.
b. Telinga
Tengah atau Ruang Timpani
Telinga bagian tengah ini dibatasi dan dimulai dari membran timpani (gendang telinga) yang
didalamnya terdapat rongga kecil berisi udara yang terdiri atas tulang-tulang
pendengaran yang terdiri atas maleus
(martil), inkus (landasan) dan stapes (sanggurdi). Pada bagian telinga tengah ini juga terdapat saluran eustacius yang menghubungkan telinga
bagian tengah dengan faring. Antara telinga bagian dalam dan telinga bagian
tengah dibatasi oleh tingkap oval (fenestra
ovalis) dan tingkap bulat (venestra
rotundra).
c. Telinga
luar
Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga dan saluran
telinga. Rangka daun telinga ini terdiri dari tulang rawan elastis yang
berfungsi untuk mengumpulkan getaran suara menuju saluran telinga luar. Panjang
saluran telinga luar ini ±2,5 cm. Saluran ini memiliki sejenis kelenjar sebaceae (sejenis minyak) yang
menghasilkan kotoran telinga (cerumen).
Cerumen dan rambut telinga ini dapat
mencegah masuknya benda asing ke dalam telinga.
2.1.2
Pengelompokan
Jenis Tuna Rungu
Dalam
pengelompokan jenis anak tunarungu para ahli memiliki pandangan yang
berbeda-beda tetapi perbedaan pandangan ini kemudian menjadi saling melengkapi
yang pada dasarnya sama yakni untuk kepentingan layanan pendidikan yang lebih
efektif. Pengelompokkan tingkat ketulian dilakukan dengan menggunakan alat audiometry, dan menghasilkan klasifikasi
seperti berikut ini:
1)
0–15 dB : Masih
memiliki pendengaran normal.
2)
15–25 dB : Kesulitan
mendengar tingkat kecil, masih mendengar bunyi yang jauh, menimbulkan beberapa
kesulitan berbahasa, sehingga membutuhkan terapi bicara.
3)
25–40
dB : Kesulitan mendengar tingkat ringan,
4)
40–55
dB : Kesulitan mendengar tingkat sedang, memahami percakapan pada jarak 90-150
cm secara berhadapan. Dapat memperlihatkan terbatasnya perbendaharaan dan
penyimpangan ucapan, membutuhkan alat bantu dengar.
5)
55-70
dB : Kesulitan mendengar tingkat sedang sampai berat. percakapan harus keras
agar dapat dimengerti/ dipahami, lemah dalam penggunaan bahasa dan percakapan.
Terbatasnya perbendaharaan kata, membutuhkan terapi bicara dan alat bantu
dengar.
6)
70-90
dB : Kesulitan mendengar tingkat berat. Termasuk yang mengalami ketulian. Dapat
mendengar suara keras dari jarak kurang dari 1 meter dari telinga. Dapat
mengidentifikasi suara sekitar. Dapat membedakan vokal tetapi tidak semua
konsonan. Berbicara dan berbahasa lemah bahkan
semakin memburuk.
7)
90 > dB : Tidak
dapat mendengar bunyi, ketajaman penglihatan lebih baik dari pada
pendengarannya sebagai alat utama untuk alat komunikasi. Membutuhkan bantuan
secara khusus dan secara intensif untuk keterampilan percakapan.
(Sadjaah,E;2003:47 dan Delphi, B;2006:102)
2.1.3
Fisiologi
Pendengaran
Bila
suatu objek bergetar maka akan timbul suara. Getaran objek tersebut akan ikut
menggetarkan molekul udara sehingga timbulah gelombang suara. Bila gelombang
suara sampai di telinga, maka akan masuk melalui telinga luar terus melalui
saluran pendengaran dan akhirnya sampai pada membrane timpani. Hal ini akan menggetarkan membrane timpani, terus
ketulang martil, kelandasan dan sanggurdi. Dari sanggurdi getaran suara
dilanjutkan tingkap bulat. Getaran ini akan ikut menggetarkan cairan pada rumah
siput, bila cairan pada rumah siput bergetar akan menstimuli ujung syaraf. Impuls
dari ujung syaraf ini diteruskan ke pusat syaraf pendengaran di otak. Otak
besar akan memproses dan menterjemahkan dan timbulah presepsi suara.
2.1.4
Frekuensi
Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa
dalam selang waktu yang diberikan. Untuk
memperhitungkan frekuensi, seseorang menetapkan jarak waktu, menghitung jumlah
kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang jarak waktu. Hasil
perhitungan ini dinyatakan dalam satuan hertz (Hz) yaitu
nama pakar fisika Jerman Heinrich
Rudolf Hertz yang menemukan fenomena ini pertama
kali. Frekuensi sebesar 1 Hz menyatakan peristiwa yang terjadi satu kali per detik.
Secara
alternatif, seseorang bisa mengukur waktu antara dua buah kejadian/peristiwa
(dan menyebutnya sebagai periode), lalu memperhitungkan frekuensi (f
) sebagai hasil kebalikan dari periode (T), seperti nampak dari rumus di bawah
ini :
F
= 

Keterangan:
f = frekuensi (hertz)
T = periode (sekon atau detik)
2.1.5
Taraf
itensitas bunyi
Kepekaan telinga manusia normal
terhadap itensitas bunyi memiliki dua ambang, yaitu ambang pendengaran dan
ambang rasa sakit. Bunyi dengan itensitas dibawah ambang pendengaran tidak
dapat di dengar. Itensitas ambang pendengaran bergantung pada frekuensi yang
dipancarkan oleh sumber bunyi. Batas itensitas bunyi yang dapat merangsang
pendengaran manusia berada antara Untuk melihat bilangan yang lebih riil, dipakai skala logaritma yaitu logaritma
perbandingan antara itensitas bunyi dan harga ambang itensitas bunyi yang anda
dengar, dan disebut dengan taraf intesitas (TI). Hubungan antara I dan TI
2.1.6
Pengertian
Desibel (dB)
Desible
(dB) adalah satuan untuk mengukur intensitas atau level suara. Huruf “B” pada
dB ditulis dengan huruf besar karena merupakan bagian dari nama penemunya,
yaitu Bell. 1 B = 10 dB. Satuan dB digunakan dalam bidang elektronika, sinyal,
dan komunikasi.
Desibel
juga merupakan sebuah unit logaritmis untuk mendeskripsikan suatu rasio. Rasio
tersebut dapat berupa daya (power),
tekanan suara (sound pressure),
tegangan (voltage), intensitas (intencity). Untuk mengukur rasio dengan
menggunakan dB dapat digunakan logaritma.
Penguatan Daya = 10 log10 (P2/P1) dB
Penguatan Tegangan = 10 log10
(V2/V1) dB
Penguatan Arus = 10 log10 (I2/I1) dB
Dimana P adalah
daya, sementara V adalah voltase, dan I adalah intensitas. Sehingga untuk
mengetahui penguatan atau mengukur rasio dari suatu daya, tekanan suara,
tegangan, maupun intensitas dapat menggunakan rumus-rumus diatas sesuai dengan
jenis rasio yang ingin dicari.
Sebagai contoh
bila seseorang mempunyai dua speaker.
Speaker pertama memainkan suara dengan power P1, speaker kedua memainkan suara yang lebih besar dengan power P2.
Semisal speaker kedua memainkan suara
yang lebih besar dua kali lipat dari speaker pertama, maka : 10 log10
(P2/P1) dB = 10 log10 (2/1) = 10 log10 2 = 3dB. Semisal speaker kedua memainkan suara yang lebih
besar sepuluh kali lipat dari speaker
pertama, maka : 10 log10 (P2/P1) dB = 10 log10 (10/1) =
10 log10 10 = 10 dB. Semisal speaker
pertama memainkan suara yang lebih besar satu juta kali lipat dari speaker pertama, maka : 10 log10 (P2/P1)
dB = 10 log10 (1000000) = 10 log10 1000000 = 60 dB.
2.1.7
Pengertian
PWM (Pulse Width Modulation)
PWM adalah singkatan dari Pulse Width Modulation, merupakan
suatu metode yang digunakan untuk mengontrol daya yang berkaitan dengan power
supply, contohnya pada power supply PC. Selain fungsi PWM yang digunakan untuk
mengontrol daya power supply, PWM juga dapat difungsikan sebagai pengatur gerak
perangkat elektronika, misalnya pada motor servo.
Sesuai dengan namanya Pulse
Width Modulation, maka dalam penerapannya sinyal tegangan-lah yang di rubah
lebarnya. Sistem pengontrolan dengan PWM ini merupakan sistem digital, yang
jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan sistem konfensional.
2.2
Kontrol digital
Dengan
mengontrol sirkuit analog digital, sistem biaya dan konsumsi daya dapat
dikurangi secara drastis. Terlebih lagi, banyak mikrokontroler dan DSP sudah
termasuk on-chip pengendali PWM,
membuat implementasi yang mudah.
Sinyal PWM
masih digital karena, pada setiap instan waktu tertentu, suplai DC penuh baik
lengkap atau sepenuhnya off. Sumber
tegangan atau arus yang disuplai ke beban analog dengan cara mengulangi
serangkaian on dan off pulsa. Yang
waktu- adalah waktu yang diterapkan suplai DC ke beban, dan off-waktuadalah periode di mana pasokan
yang dimatikan. Mengingat bandwidth
yang cukup, setiap nilai analog dapat dikodekan dengan PWM.
Gambar 2.2 menunjukkan tiga sinyal PWM yang berbeda. Gambar 1a menunjukkan output PWM pada siklus 10%. Artinya,
sinyal selama 10% dari periode dan dari 90%. Gambar 1b dan menunjukkan 1c PWM output pada 50% dan siklus tugas 90%,
masing-masing. Ketiga output PWM menyandikan tiga nilai yang berbeda sinyal
analog, pada 10%, 50%, dan 90% dari kekuatan penuh. Jika, misalnya, pasokan
adalah 9V dan siklus adalah 10%, hasil sinyal analog 0.9V.
2.3
Penguat Operasional (OP-AMP)
Op-amp
adalah rangkaian elektronik penguat IC op-amp dengan 5 terminal utama
yaitu :
a.
Terminal masukan
yang diberi tanda (-) dinamakan terminal masukan pembalik (inverting), sedangkan terminal masukan yang diberi (+) dinamkan
terminal masukan bukan pembalik (non inverting).
b.
Terminal supply op-amp untuk bekerjanya IC
tersebut .
c.
Mempunyai satu
terminal keluar.
Gambar 2.4
Rangkaian Op- Amp
Karakteristik
dari sebuah op-amp adalah :
a. Penguatan loop terbuka amat tinggi.
b. Impedansi masukan yang sangat tinggi sehingga arus
masukan dapat diabaikan.
c. Impedansi keluaran sangat rendah sehingga keluaran
penguat tidak terpengaruh oleh pembeban.
2.4 Gambaran Umum Audiometry
Audiometry berasal dari
kata audir dan metrios yang
berarti mendengar dan mengukur (uji pendengaran). Audiometry tidak saja dipergunakan untuk mengukur
ketajaman pendengaran, tetapi juga dapat dipergunakan untuk menentukan
lokasi kerusakan anatomis yang menimbulkan gangguan pendengaran.
Gambar 2.3 Audiometry MA53
Alat Audiometry merupakan alat elektronik
pembangkit bunyi yang dipergunakan untuk mengukur derajat ketulian, alat
elektronik ini dapat membangkitkan bunyi pada beberapa
frekuensi dan beberapa intensitas
berbeda dan dihubungkan dengan Earphone. Di
dalam dunia kedokteran Audiometry digunakan sebagai alat diagnosa, dimana tujuan
Audiometry disini adalah menentukan
sensitifitas pendengaran telinga pada berbagai frekuensi, tetapi tidak bisa
menentukan kelainan didalam mekanisme telinga.
Dalam prosedur pengukuran Audiometry, pasien diberikan suatu intruksi tentang nada test dimana pasien akan mendengar
nada-nada berbeda atau manakala pasien tidak mendengar nada pada ambang pintu
penentuan. Penyajian suatu nada diberikan untuk menimbulkan suatu tanggapan
yang jelas dimana pasien akan menekan tombol respon apabila suatu tanggapan
terjadi.
Frekuensi bunyi yang diterima pendengar tergantung pada
jumlah getaran yang datang ke telinga setiap satu satuan waktu. Karena gerak
relative antara pendengar dan sumber, jumlah getaran yang diterima pendengar
tidak selalu sama dengan jumlah getaran yang dihasilkan sumber bunyi tiap satu
satuan waktu. Berdasarkan dari data yang didapatkan penulis, dari ketiga bagian
dalam telinga manusia mempunyai kepekaan terhadap frekuensi yang diterimanya.
Dimana pada bagian telinga luar secara nyata mempunyai nilai ambang terendah
untuk mendengar pada frekuensi 20 sampai 3.000 Hz. Pada telinga bagian
tengah pada frekuensi kurang dari 400 Hz
membran timpani bersifat persemiable, sedangkan pada frekuensi 4.000 Hz
membrane timpani akan menegang.
Pada rongga telinga dalam mempunyai peranan dimana bunyi
yang masuk diubah menjadi gelombang sinyal listrik dan akan diteruskan ke otak
melalui syaraf pendengaran. Kehilangan pendengaran secara menetap dan tidak
pulih kembali biasanya dimulai pada frekuensi sekitar 4.000 Hz, kemudian meluas
pada frekuensi sekitarnya akhirnya mengenai frekuensi percakapan.
Tingkat kegaduhan dinyatakan dalam desibel (dB) yang
membandingkan tingkat tekanan suara, desibel (dB) adalah desi lonceng dimana
satu desibel kira-kira sepadan dengan perubahan yang paling kecil didalam
volume bunyi. Berikut ini adalah contoh tingkatan suara : 60-70 desibel
pembicaraan biasa, 80-90 desibel lalu lintas ramai, dan 140-150 desibel
mendekati suara mesin jet. Tingkat maksimum suara yang dapat di tahan oleh
telinga manusia adalah 130 desibel, kendati demikian dianjurkan sebaiknya
manusia jangan sampai dihadapkan pada tingkat suara seperti itu.
2.5 Mikrokontroler ATMega 16
Mikrokontroler
yang berarti pengendali berukuran mikro.
Mikrokontroler memiliki banyak komponen yang terintegrasi
didalamnya seperti timer/counter
atau ADC. Penggunaan mikrokontroler banyak kita jumpai
pada komputer yang berfungsi untuk memproses berbagai data dari banyak sumber.
Salah satu jenis mikrokontroler generasi baru yang digunakan yaitu
mikrokontroler jenis AVR yang lebih banyak memiliki kemudahan. Kelebihan
dari penggunaan mikrokontroler AVR ATMega16 antara lain :
1. Kecepatan
Untuk
mengeksekusi 1 buah instruksi mikrokontroler AVR hanya memerlukan 1 clock
2.
Bahasa Pemrograman
Bahasa
pemrograman yang digunakan oleh AVR adalah bahasa BASCOM AVR. Sehingga lebih
mudah dipahami dari pada bahasa assembly dan lebih cepat serta efisien.
3. Memory
yang lebih besar
Untuk keluarga
mikrokontroler AVR sudah banyak yang memiliki memory internal yang relatif
besar. Untuk seri Atmega16 : 16 Kb (Flashmemory),
512 Bytes (eeprom), 1 Kb (RAM). AVR
sudah punya EEPROM internal sehingga kita tidak perlu memakai EEPROM eksternal.
4. Efisiensi
Hardware
Dengan memakai
AVR kita bisa meminimalisasi penggunaan komponen pendukung seperti EEPROM
eksternal. Untuk sumber clock AVR telah menyediakannya secara terintegrasi.
Karena didalam AVR sudah ada XTAL yang bisa diaktifkan sehingga kita tidak
perlu memakai XTAL lagi.
5. Didalam
mikrokontroler AVR seri Atmega 16 sudah terdapat ADC internal 10bit. Resolusi ADC dapat dihitung dengan rumus:
Dan untuk
mengetahui tegangan yang akan dikonversi menjadi nilai bit ADC menggunakan
rumus:
Dimana
n adalah jumlah bit.
6. Fitur-fitur
tambahan
Mikrokontroler
AVR memiliki fitur-fitur tambahan lainnya yang tidak terdapat di mikrokontroler
AT89S51. Diantaranya :
-
RTC dengan oscilator terpisah
-
PWM (Pulse Width Modulation)
-
ADC 10 bit internal
-
Master/slave SPI Serial interface
-
On chip analog comparator
Pada AVR ATMega16
terdapat 2 buah timer/counter 8-bit,
yaitu Timer/Counter 0 dan Timer/Counter 2, dan 1 buah timer 16-bit, Timer/Counter 1. Masing-masing timer/counter
memiliki beberapa register yang
digunakan untuk mengatur konfigurasi dan penggunaan dari tiap-tiap timer/counter tersebut. Berikut ini (pada gambar 2.5) merupakan diagram blok dari timer/counter 8-bit.
Gambar 2.5
Arsitektur Mikrokontroler ATMEGA16
Konfigurasi pin mikrokontroler
ATMega 16 dapat dilihat pada gambar 2.6 :
Gambar 2.6
Konfigurasi pin ATMEGA 16
Konfigurasi
pin ATMega 16 diatas dapat dijelaskan secara fungsional sebagai beriku :
1. Pin
1-8 merupakan pin I/O port B (PB0…PB7) dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu timer
counter, komparator analog dan SPI.
2. Pin
9 RESET merupakan pin yang digunakan untuk mereset mikrokontroler.
3. Pin
10 merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan VCC.
4. Pin
11 pin untuk ground .
5. Pin
12-13 XTAL 1 dan XTAL 2 merupakan pin masukan clock eksternal.
6. Pin
14-21 merupakan pin I/O port D (PD0…PD7) dua arah dan pin fungsi khusus yaitu
comparator analog, interupsi eksternal, dan komunikasi serial.
7. Pin
22-29 merupakan pin I/O port C (PC0…PC7) dua arah dan pin khusus yaitu TWI,
comparator analog, dan timer oscilator.
8. Pin
30 AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.
9. Pin
31 merupakan pin ground.
10. Pin
32 AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC.
11. Pin
33-34 merupakan pin I/O port A (PA0…PA7) dua arah pin masukan ADC.
2.6
Liquid Crystal Display
Gambar 2.7 Caracter type 16 x 4
Liquid
crystal display (LCD) merupakan komponen
elektronika yang digunakan untuk menampilkan suatu karakter baik itu angka,
huruf atau karakter tertentu, sehingga tampilan tersebut dapat dilihat secara
visual. Pemakaian LCD sebagai indikator tampilan banyak digunakan dikarenakan
tegangan yang dibutuhkan LCD yaitu 5V, disamping itu dapat juga menampilkan
angka, huruf atau simbol dan karakter
tertentu.
LCD terdiri atas tumpukan tipis atau sel dari dua lembar kaca
dengan pinggiran tertutup rapat. Antara dua lembar kaca tersebut diberi bahan
kristal cair (liquid crystal) yang tembus cahaya. Permukaan luar masing-masing
keping kaca mempunyai lapisan tembus cahaya seperti oxida timah (tin oxide) atau oxida indium
(indium oxide). Sel mempunyai ketebalan 1x10-5 meter dan diisi dengan kristal
cair.
LCD dapat memunculkan gambar atau tulisan dikarenakan terdapat
banyak sekali titik cahaya (piksel) yang terdiri dari satu buah kristal cair
sebagai sebuah titik cahaya. Kristal cair ini tidak memancarkan cahaya sendiri.
Sumber cahaya di dalam sebuah perangkat LCD adalah lampu neon berwarna putih di
bagian belakang susunan kristal cair.
Dalam menampilkan karakter untuk membantu menginformasikan
proses dan control yang terjadi dalam suatu program menggunakan LCD dengan
karakter 16x4. 16 menyatakan kolom dan 4 menyatakan baris.
Ukuran :
Lebar = 3.45 inci (87mm)
Tinggi = 2.35 inci (60mm)
Tampilan = 62mm x 26mm
Koneksi pin out
Pin
|
Simbol
|
Tingkat
|
Deskripsi
|
1
|
VSS
|
0V
|
Ground
|
2
|
Vdd
|
5V
|
Tegangan input
|
3
|
VO
|
(Variabel)
|
Pengaturan LCD (contrast)
|
4
|
RS
|
H / L
|
H: DATA, L: Kode Instruksi
|
5
|
R / W
|
H,
H-> L
|
H: Baca (signal)
L: Tulis (signal)
|
6
|
E
|
H / L
|
Chip memungkinkan sinyal
|
7
|
DB0
|
H / L
|
Jalur bus data
|
8
|
DB1
|
H / L
|
Jalur bus data
|
9
|
DB2
|
H / L
|
Jalur bus data
|
10
|
DB3
|
H / L
|
Jalur bus data
|
11
|
DB4
|
H / L
|
Jalur bus data
|
12
|
DB5
|
H / L
|
Jalur bus data
|
13
|
DB6
|
H / L
|
Jalur bus data
|
14
|
DB7
|
H / L
|
Jalur bus data
|
15
|
A
|
5V
|
Tegangan input
|
16
|
K
|
0V
|
Ground
|
Driver LCD berisi pengatur tingkat kecerahan backligt, serta
untuk mempermudah pemasangan di mikrokontroler (portable-red).
2.7 Regulator
Regulator adalah komponen atau rangkaian
elektronika yang berfungsi untuk menjaga tegangan keluaran agar tetap stabil
pada setiap perubahan beban. Contoh dari IC regulator adalah tipe 78xx dan
79xx. IC ini mempunyai tiga terminal yang menghasilkan tegangan keluaran
positif dan negatif yang tetap. Tegangan keluarannya adalah sebesar angka pada
belakang nomor seri (xx). Pada modul ini menggunakan seri LM 7805 yang
menghasilkan tegangan sebesar +5Vdc
2.8
Delphi7
Delphi merupakan
sebuah piranti pengembangan aplikasi berbasis windows yang dikeluarkan oleh
borland international. Perangkat lunak
ini sangat terkenal dilingkungan pengembang aplikasi karena mudah untuk
dipelajari dan dapat digunakan untuk menangani barbagai hal, dari aplikasi
matematika, permainan (games), hingga data base. Pada penanganan data base, delphi menyediakan
fasilitas yang memungkinkan pemrogram dapat berinteraksi dengan data base
seperti dBase, Paradox,Oracle, MySQL, dan Acces.
Berikut ini adalah
perencanaan tampilan delphi pada komputer.
2.9
Sound card laptop
Sound Card
Laptop (juga dikenal
sebagai kartu audio) adalah kartu ekspansi komputer internal yang memfasilitasi
input dan output dari sinyal audio ke dan dari komputer di bawah kontrol
program komputer. Sound
Card Laptop ini
juga diterapkan untuk interface audio eksternal yang menggunakan perangkat
lunak untuk menghasilkan suara, sebagai lawan menggunakan hardware di dalam PC.
Penggunaan Sound
Card Laptop secara
khusus termasuk menyediakan komponen audio aplikasi multimedia seperti pemutar
musik, mengedit video atau audio, presentasi, pendidikan dan game.
Fungsi Sound
Card Laptop juga
dapat diintegrasikan ke motherboard, pada dasarnya menggunakan komponen yang
sama sebagai kartu plug-in. Kartu plug-in yang baik biasanya menggunakan
komponen yang lebih baik tetapi lebih mahal, bisa mencapai kualitas lebih
tinggi dari suara yang terintegrasi. Sistem suara terintegrasi sering masih
disebut sebagai “Sound Card” perangkat
notebook. Silahkan beli ebook teknisi laptop yang kami sajika pada halaman ebook
laptop untuk
penjelasan lebih lanjut mengenai ini. Sempatkan juga membaca artikel sebelumnya
mengenai DVD Drive Laptop
Penjelasan dan Fungsinya
Setiap
laptop mempunyai bagian untuk menampilkan suara. Pada kebanyakan laptop papan
audio juga tahu sebagai papan suara terintegrasi ke dalam motherboard. Dengan
kata lain, merupakan bagian dari motherboard dan tidak dapat dibuka atau
diganti secara terpisah. Mengapa tidak dapat dihapus? Karena chip audio
disolder ke motherboard.
Kebanyakan Sound
Card menggunakan
konverter digital-ke-analog atau digital-to-analog converter (DAC), yang
mengubah data rekaman digital dan menghasilkan format analog. Sinyal output
terhubung ke amplifier, headphone, atau perangkat eksternal menggunakan standar
interkoneksi, seperti konektor TRS atau konektor RCA. Jika jumlah dan ukuran
konektor terlalu besar untuk ruang pada backplate konektor akan off-board,
biasanya menggunakan kotak tersendiri, sebuah backplate tambahan, atau panel
yang dipasang di depan. Sound
Card yang lebih
maju biasanya meliputi lebih dari satu chip suara untuk mendukung kecepatan
data yang lebih tinggi dan fungsi simultan, misalnya produksi digital dari
suara disintesis, biasanya untuk real-time musik dan efek suara dengan
menggunakan data minimal dan CPU time.
Reproduksi suara digital dari Sound Card Laptop biasanya dilakukan dengan DAC
multichannel, yang mampu memberi suara digital simultan dan aplikasi efek
real-time seperti penyaringan atau distorsi yang disengaja. Pemutaran suara
multichannel digital juga dapat digunakan untuk musik sintesis, bila digunakan
dengan tepat dan bahkan beberapa-channel. Pendekatan yang telah menjadi umum
adalah produsen mencari kartu suara sederhana dan rendah biaya.
2.10 Jenis Penelitian
Penelitian adalah
kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis
untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan
pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau
hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan
ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2002).
Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan
terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan dapat digunakan dengan
segera untuk keperluan tertentu. Hasil penelitian tidak perlu sebagai satu
penemuan baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.
Peneliti yang telah mengerjakan penelitian dasar atau murni tidak mengharapkan
hasil penelitiannya digunakan secara praktika. Peneliti-peneliti
terapanlah yang akan memerinci penemuan penelitian dasar untuk keperluan
praktis dalam bidang-bidang tertentu.
Tiap peneliti yang mengerjakan penelitian terapan mempunyai keinginan agar
dengan segera hasil penelitiannya dapat digunakan oleh masyarakat, baik untuk
keperluan ekonomi, politik maupun sosial. Penelitian terapan memilih masalah
yang ada hubungannya dengan keinginan masyarakat serta memperbaiki
praktik-praktik yang ada. Penelitian terapan harus dengan segera mengumumkan
hasil penelitiannya dalam waktu yang tepat supaya penemuan tersebut tidak
menjadi kadaluwarsa.
Whitney yang dikutip oleh Mohamad Nazir (1998), memberikan lima langkah
dalam melaksanakan penelitian terapan. Kelima langkah tersebut, sebagai
berikut.
·
Sesuatu yang sedang diperlukan, dipelajari, diukur dan
diperiksa
kelemahannya.
·
Satu dari kelemahan-kelemahan yang diperoleh, dipilih
untuk
penelitian.
·
Biasanya dilakukan pemecahan masalah, baik di lapangan
maupun
di laboratorium.
·
Kemudian dilakukan modifikasi sehingga penyelesaian dapat
dilakukan
untuk diterapkan.
·
Pemecahannya dipertahankan dan menempatkannya dalam suatu
kesatuan sehingga
ia menjadi bagian yang permanen dari suatu
sistem.
Tiap peneliti segera tahu bahwa, istilah ”murni” dan ”terapan” hanya
mendefinisikan area yang hanya berbeda dalam konsep. Dalam praktik, yang satu
membayangi yang lain. Di negara-negara maju penelitian terapan lebih banyak
dikerjakan dibandingkan dengan penelitian murni. Contoh penelitian terapan,
misalnya, pengaruh mekanisasi pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja,
pengaruh pemupukan daun terhadap produktivitas tanaman, penentuan masa birahi
sapi betina untuk inseminasi buatan, dan sebagainya
2.11 Analisa Data
Menurut Bogdan dan Taylor (1975)
Analisa Data adalah proses yang merinci usaha formal untuk menemukan tema dan
merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan oleh data dan sebagai usaha
untuk memberikan bantuan pada tema dan hipotesis itu .
Prosentase keakuratan adalah Nilai kebenaran terhadap kinerja
dari sebuah pengukuran dan pengamatan. Penulis melakukan perhitungan prosentase
keakuratan dari spesifikasi perencanaan dan hasil realisasi sistem. Untuk mendapatkan rata – rata keakuratan sistem pada alat ini maka
penulis menggunakan rumus
Lucky Club Casino Site Review and Bonus - Lucky Club
BalasHapusThe first two years of operation was in 2011, the company was able to establish a sports betting platform that luckyclub.live could only go live on the 💰 The Lucky Club App: Yes, you can play on mobile!💲 The Min Odds: Bet £10, Get £20📱 Mobile: iPad, iPhone, Android,